Review: Samsung Galaxy J7 (SM-J700F/DS), Seri J Bongsor Dengan LED Flash Depan


Persaingan smartphone kelas menengah atas tampaknya cukup seru. Sebagai penguasa pasar, Samsung kembali menghadirkan produk terbarunya di seri J yakni Samsung GalaxyJ7. Dibandingkan sesama seri J, Galaxy J7 termasuk yang paling bongsor. Mengedepankan prosesor octa-core dan kamera 13 megapiksel, mampukah Galaxy J7 menarik minat pasar menengah atas? Kita lihat saja detilnya berikut ini.

Disain Elegan

Meskipun berukuran bongsor akibat layar 5.5 inci dengan rentang diagonal 139.5mm, ponsel ini masih tetap nyaman digenggaman. Secara keseluruhan, list metalik yang mengelilingi ponsel menambah kesan kokoh. Kamera depan diletakkan di kanan atas sedangkan LED flash diletakkan di kiri atas. LED flash untuk kamera depan ini tentunya menjadi pembeda yang unik dan fungsional. Tombol power/lock diletakkan di sisi kanan, tombol volume di sisi kiri, sedangkan port audio, port charging dan mic diletakkan disisi bawah.




Kamera belakang diletakkan ditengah pada sisi atas dengan LED flash dikirinya dan lubang speaker dikanannya. Meskipun tidak menerapkan dual tone (dual flash), LED flash yang disematkan berukuran lebih besar dari LED flash pada umumnya. Sehingga pancaran cahaya menjadi lebih besar.



Ketika chasing belakang dibuka, akan terlihat penempatan kartu SIM mikro yang berdampingan. Sedangkan slot untuk kartu microSD diletakkan bertumpuk atau diatas slot kartu SIM. Galaxy J7 menggunakan baterai yang dapat dilepas alias bukan unibody.



Layar Super AMOLED Jadi Andalan

Ponsel ini menggunakan layar Super AMOLED sehingga tampilan layar akan terasa lebih tajam ketimbang layar LCD berteknologi lain. Kerapatan layar Samsung Galaxy J7 mencapai maksimal ~320 dpi yang responsif. Untuk berpindah dari satu halaman ke halaman berikutnya seakan tidak terasa. Bahkan pengujian layar multi sentuh menggunakan Antutu Tester, didapat hasil 10 sentuhan secara bersamaan.





Sayangnya produk yang measuk kelas menengah ini tidak menyertakan teknologi Corning Gorilla Glass agar lebih tahan terhadap kerusakan akibat jatuh. Lebih dari itu, layar ponsel ini begitu jelas terlihat meskipun berada dibawah terik matahari.







Kinerja Ponsel dan Grafis

Dengan banderol yang lebih tinggi dari pendahulunya di seri J, wajar bila ponsel ini menggunakan prosesor octa-core. Secara umum, dengan kualitas hardware yang dibawa, tidak ditemui masalah dari sisi kinerja. Saat pengujian dengan aplikasi CPU-Z, ke 8 prosesor berjalan optimal bersamaan.

Untuk pengolah grafis ponsel ini juga menggunakan GPU Mali-T720 yang mampu memberikan kinerja dan tampilan yang cukup saat bermain game, browsing, chatting, maupun menonton video HD.





Ponsel ini menyematkan RAM sebesar 1,5GB sehingga tidak akan menemui masalah dengan OS terbaru Android 5.1 Lollipop. Tentunya OS ini dipercaya mampu menghadirkan performa yang cukup handal dan hemat baterai. Saat pertama dihidupkan, tentunya Anda harus bersabar dalam meningkatkan versi software. Tidak terlalu besar dan tidak lama juga.


Hasil Benchmark Cukup Tinggi

Tidak seperti para pendahulunya, ponsel ini hadir dengan hardware yang lebih baik, prosesor octa-core. Sayangnya RAM 1,5 GB terasa miskin untuk ponsel dengan banderol hampir Rp. 4 juta. Demikian juga dukungan internal storage 16GB terasa kurang bila dibanding para pesaing dikelasnya yang sudah mengusung 32BG. Untungnya Anda dapat menambah kartu microSD yang mendukung hingga 128GB.



Untuk asupan daya, ponsel ini sudah lebih baik dengan kapasitas 3.000 mAh. Pengujian dengan konektifitas standard, ponsel ini mampu bertahan 2 hari. Sedangkan dengan konektifitas full, masih mampu bertahan sehari penuh.

Untuk perhitungan benchmark digunakan aplikasi Antutu Benchmark dan Quadrant Standart. Menggunakan Quadrant Standart didapat angka 21.193. Sedangkan pengujian menggunakan Antutu Benchmark 64bit didapat nilai 38.301.

Multimedia Hanya Standard Bawaan Android

Untuk urusan multimedia, ponsel ini hanya menyediakan audio dan video player standard bawaan Google.  Namun tentunya Anda masih dapat menambahkan beragam aplikasi multimedia lainnya secara gratis di Google Play. Aplikasi multimedia lain adalah radioFM. Aplikasi radioFM ini mendukung RDS dengan fitur perekaman radio. Selain itu, untuk suara masih ada aplikasi perekam suara.



Kamera Depan Dengan LED Flash

Kamera utama Galaxy J7 mampu menghasilkan gambar yang bagus. Namun pengambilan gambar indoor dalam kondisi minim cahaya mengakibatkan hasil foto cenderung terfokus pada objek terdekat. Karena kuatnya cahaya dari LED flash menimbulkan efek seperti pemotretan malam padahal cuma indoor minim cahaya. Sebaiknya Anda melakukan optimalisasi dengan beragam pengaturan yang tersedia.  Secara default aplikasi kamera tidak menyertakan editing foto. Namun Anda dapat menginstal software editing image terlebih dahulu.



Pengujian kamera depan (selfie) dengan LED flash, terasa agak janggal dan ada kekhawatiran kilatan cahaya membuat mata terganggu. Secara keseluruhan kualitas kamera depan dan belakang untuk suasana outdoor tidaklah mengecewakan.



Internet dan Konektifitas

Samsung Galaxy J7 hadir dengan konektivitas 3G dan 4G. Selain itu juga ada WiFi 802.11 b/g/n, bluetooth, GPS + A-GPS dan Glonass.  Untuk internetan, smartphone ini menyediakan browser bawaan dan Chrome. Pengujian menjelajah dunia web, tidak ditemui kendala dan masalah.

Untuk koneksi ke PC, dalam paket penjualan telah disertakan kabel data yang terpisah dengan kabel charger.  Buat Anda yang membutuhkan navigasi, tentunya tersedia aplikasi Google Maps yang saat pengujian berjalan lancar termasuk aplikasi navigasi serta fitur tambahannya.




Kelebihan
• Prosesor octa-core
• Mendukung USB OTG
• LED Flash kamera depan

Kekurangan
• Tanpa NFC
• Tidak didukung pelapis layar mumpuni
• Harga mahal


Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment