"Saya tahu ia akan ke Ducati. Saya tak tahu apakah ia telah menandatangani kontrak atau belum. Bila benar, ia akan menjadi rekan saya dan kami akan menjadi tim yang luar biasa. Gaya membalapnya mirip dengan saya, sesuatu yang tidak saya rasakan dengan Dovizioso," ujar Iannone.
Menurutnya, memiliki rekan setim dengan gaya yang sama akan lebih menyenangkan dibanding dengan rekan yang memiliki gaya berbeda. Ia jga mengakui bahwa Lorenzo masih lebih baik darinya karena sudah meraih banyak prestasi selama bertahun-tahun dan justru karena itulah ia akan belajar dari pembalap Spanyol itu tanpa pernah merasa bersaing.
"Saya rasa tak ada masalah bila Lorenzo ke Ducati. Buat saya tak ada yang namanya pembalap nomor satu atau nomor dua di tim. Semua itu hanya bisa dilihat di trek," katanya lagi di Marca.
Iannone berhasil naik podium ketiga pada seri ketiga MoroGP di Austin, Texas, Minggu, 10 April 2016. Lorenzo, yang membela, Yamaha berada di posisi kedua dan podium teratas lagi-lagi ditempati oleh Marc Marquez.
Iannone juga merasa tak ada persaingan dengan Dovi untuk tetap menjadi awak Ducati pada musim 2017, bila Lorenzo jadi mengisi satu tempat di tim Italia itu. Ia merasa beberapa kali berhasil mengungguli rekan senegaranya itu di trek.
"Bila saya bisa tampil bagus, maka saya pantas mendapatkan apapun di dunia, dan bila sebaliknya, berarti Ducati memang tak pantas memiliki saya. Saat ini, saya sih tenang-tenang saja," ujarnya.

0 comments:
Post a Comment