Backward Rotating Crankshaft Yang lagi heboh dibicarakan pecinta MotoGP

Bro sekalian, Mendengar kata Backward Rotating Crankshaft dari mulut seorang Marc Marquez jelas menarik dari Kita penggemar MotoGP . . dan tentunya yang belum tahu bakalan kepo kayak apa sih sebenarnya Backward Rotating Crankshaft tersebut . . . Mengenai Backward Rotating Crankshaft, sebenarnya punya beberapa nama alias seperti Reverse Rotating Crankshaftatau yang biasa dikenal di Motor Produksi masal MV-Agusta sebagaiCounter Rotating Crankshaft . . .
Pada dasarnya Backward Rotating Crankshaft adalah sistem mesin dimana arah putaran/ rotasi dari Crankshaft/Poros enkol itu berkebalikan dengan arah putar Ban . . . Ilustrasinya adalah seperti gambar yang menjadi Cover artikel ini sob . . .
Sedangkan kebalikannya dan menjadi sistem dari kebanyakan Motor harian adalah Forward Rotating Crankshaft. Pada sistem Forward Rotating Crankshaft arah putar Crankshaft/Poros engkol adalah searah dengan arah putar roda saat maju ke depan, ilustrasinya adalah seperti pada gambar di atas . . . namun yang jadi pertanyaan lanjutan adalah . . . effeknya apaan buat Motor?
EFEK GIROSKOPIK
Telah kita jelaskan di artikel sebelumnya tentang efek Groskopik pada saat roda sepeda motor berputar yang akan membuat Motor akan stabil saat melaju pada kecepatan tinggi ( semakin tinggi speed, semakin stabil motor ) . . . Nah untuk Motor dengan sistem Forward Rotating Crankshaft, maka Afek Giroskopik yang dihasilkan Motor saat berputar akan ketambahan efek giroskopik dengan arah yang sama akibat putaran crankshaft . .  atau dalam arti kata , Forward Rotating Crankshaft akan membuat efek giroskopik semakin besar … motor makin stabil
Nah di sistem Backward Rotating Crankshaft, maka arah putaran Dari Crankshaft yang berkebalikan dengan arah putar roda akan menghasilkaneffect giroskopik yang mengurangi efek giroskopik yang dihasilkan oleh Putaran roda.  . . . artinya Motor dengan Backward Rotating Crankshaft akan memiliki effek Giroskopik yang berbeda ( lebih kecil) bila dibandingkan dengan motor yang mengunakan sistem Forward Rotating Crankshaft.
Artinya kurang ketabilannya saat melaju lurus ? . . . itu bener banget . . . Namun secara kuantitas, berapa besar kurangnya kestabilan kami masih belum tahu datanya 😀
Menurut yang kami bisa kunyah kunyah dari tulisan bernas Max Oaxley, Honda termasuk Pabrikan terakhir yang mengadopsi sistem Backward Rotating Crankshaft ini sob di MotoGP . ..  Suzuki dan Yamaha boleh dibilang merupakan yang pertama mengaplikasikan, lalu saat Gigi Dall’igna hadir di Ducati . . . Produk Pertama Ducati yang menggunakan Sistem Backward Rotating Crankshaft adalah Ducati Desmosedici GP15 . . . Oleh karena itu jangan kaget jika efek understeer pada GP 15 berkurang drastis dibandingkan GP14,2 . . .
Aprilia saat membuat Motor Full Prototipe RS-GP 2016 juga dengan backward Rotating Crankshaft . . . dan terakhir ( atau mungkin bareng dengan RS-GP2016 ) baru deh RC213V pun di balik putaran Crankshaftnya . .
Dengan Backward Rotating Crankshaft ketabilan Motor akan berkurang . . . . ini punya efek positif dan negatif . . . efek negatifnya, ketabilan saat melaju straight berkurang, namun efek positifnya motor akan lebih mudah ditekuk untuk masuk tikungan, atau dalam artian motor akan punya potensi lebih cepat ditikungan . . .
Dan ini mungkin salah satu lah alasan kenapa Marc Marquez mengubah gaya ridingnya menjadi Bergaya riding Rider Yamaha . . . Dengan Backward rotating Crankshaft, maka Mesin V-4 Honda RC213V akan memiliki less Gyroscoppic Effect dibandingkan RC213V tahun lalu  dan sepertinya ini juga salah satu solusi dan resep HRC untuk mengurang keliaran Motor.
Silahkan dikunyah kunyah sob dan semoga Berguna


Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment